Paruru Daeng Tau Yang Mengaku Sebagai Nabi Terakhir

By | January 22, 2020

inforg.biz – Daeng Tau yang mengaku sebagai nabi terakhir meresahkan warga dusun mambura, Lembang buntu datu, kecamatan mengkendek, Kabupaten tana toraja, sulawesi selatan. Pria ini sudah menyebarkan ajaran

sesat di Daerah sulawesi selatan. Pria ini juga memiliki organisasi masyarakat yang bernama lembaga pelaksana amanah adat dan pancasila. Paruru mengatakan jika sholat tidak perlu di lakukan lima waktu dan hanya perlu

di lakukan dua kali saja dalam sehari. Selain itu dia juga mengatakan jika puasa di bulan ramadhan tidak di wajibkan, serta tidak di wajibkan untuk mengeluarkan zakat dan menunaikan ibadah haji. Sebelumnya pihak

kepolisian sudah memanggil paruru untuk di mintai keterangan. Pertemuan tersebut di hadiri oleh Majelis ulama Indonesia kabupaten tana toraja dan kementrian agama kabupaten tana toraja. Saat di mintai keterangan

paruru terang – terang an membuka jika pengikutnya memang tidak di wajibkan untuk mengikuti rukun islam. Bahkan cara sholatnya itu sangat berbeda dengan yang di ajarkan agama islam. Mendengar ini tentu pihak MUI

tidak tinggal diam begitu saja. MUI kemudian mengambil kesimpulan jika ajaran yang disebarkan oleh paruru merupakan ajaran sesat. Namun paruru berdalih jika ajarannya tersebut tidak lah sesat dan paruru berdalih jika

ajaran nya tersebut juga ajaran yang di ajarkan islam. Paruru terbilang sudah mempunyai pengikut yang banyak sekali dan saat ini paruru di kabarkan tengah kabur ke daerah luwu sulawesi selatan karena di daerah ini

paruru juga mempunyai banyak pengikut. Pihak kepolisian kini masi mendalami kasus daripada paruru dan masi berupaya untuk memanggil paruru karena status paruru kini masi hanya sebagai saksi saja. Seluruh pengikut

paruru yang berada di dusun mambura, lembang bantu datu, sulawesi selatan kini tengah berusaha untuk di beri arahan akan ajaran islam yang sesuai dengan alquran dan hadis. Pihak dari Mui sudah berusaha untuk

memberikan arahan yang benar kepada para pengikut – pengikut daripada Paruru dengan cara melakukan sholat berjamaah dan melakukan pendekatan kepada masyarakat. Pihak kepolisian juga sudah mencabut seluruh

atribut organisasi masyarakat yang didirakan oleh paruru karena pihak kepolisian menganggap ajaran ini adalah ajaran sesat. Namun banyak daripada pengikut Paruru yang masi berdalih jika ajaran paruru tidak sesat dan

mereka mengatakan ajaran paruru adalah untuk masyarakat dapat hidup dalam kerukunan dan dapat hidup dengan damai. Syamsudin adalah nama salah satu pengikut paruru yang menolak jika ajaran paruru dikatakan

sesat sebab syamsudin mengatakan jika Paruru selalu memberikan masukan yang baik kepada mereka dan selalu memberikan ajaran yang baik. SYamsudin yang kerap di sapa udin ini justru membela paruru dengan

mengatakan jika paruru tidak pernah menyebutkan dirinya adalah nabi terakhir. Udin berpendapat bahwa pada saat sedang berdakwah justru paruru menyebutkan jika nabi muhammad SAW adalah nabi terakhir. Namun

polisi dan MUI tidak tinggal diam dengan apa yang dilakukan paruru. Menurut berita yang di lansir daripada judi slot online Polisi kembali melakukan pengerjaran terhadap Paruru. Akhirnya polisi berhasil meringkus paruru dan menjadikan kasus paruru sebagai tersangka

penistaan agama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *